ECLT: Penghapusan Pekerja Anak Perlu Kerja Sama Multi-Stakeholder

Home / Berita / ECLT: Penghapusan Pekerja Anak Perlu Kerja Sama Multi-Stakeholder
ECLT: Penghapusan Pekerja Anak Perlu Kerja Sama Multi-Stakeholder Direktur ECLT (Eliminating Child Labour in Tobacco) Foundation David Hammono. (FOTO: Istimewa)

TIMESGOWA, JEMBER – Direktur ECLT (Eliminating Child Labour in Tobacco) Foundation David Hammono mengatakan bahwa upaya penghapusan pekerja anak memerlukan kerja sama multi-stakeholder. 

David menyampaikan hal tersebut ketika bertemu dengan Bupati Jember dr. Faida di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (23/10/2018). 

Pertemuan digelar untuk menggalang upaya bersama menghapus pekerja anak di sektor pertanian. Selain dari ECLT, pertemuan tersebut juga diikuti oleh LPKP (Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan).

David menjelaskan, ECLT mendapatkan kesimpulan itu selama melakukan kegiatan kerja sama penghapusan pekerja anak di Indonesia. 

Dari tahap awal kegiatan yang dilaksanakan ECLT, kata David, sudah mendapatkan pesan yang sangat jelas dan tegas terkait upaya penghapusan pekerja anak oleh banyak pihak.

Pemerintah, baik di tingkat nasional maupun tingkat lokal, telah berupaya. Perusahaan tembakau maupun organisasi masyarakat sipil juga telah berupaya. 

“Kalau hanya dilakukan secara terpisah, tidak akan memberikan hasil yang signifikan. Karena itu kita memerlukan kemitraan yang melibatkan multi-stakeholder,” jelas David. 

Sebagai yayasan asing, ECLT memiliki keterbatasan dalam melaksanakan kegiatan di Indonesia. Namun ECLT memiliki sumber daya keahlian teknis dan sumber daya keuangan, serta mandat untuk menggerakkan pertemuan multi-stakeholder.

David menjelaskan, pertemuan terakhir dengan sejumlah kementerian menyepakati membentuk kemitraan dalam menghapuskan pekerjaan anak di sektor pertanian.

Kesepakatan itu juga menyebutkan, selain kemitraan di tingkat nasional, juga akan memiliki cabang di dua daerah, yakni di Jawa Timur dan Lombok. 

Sehingga kegiatan yang terkait dengan penghapusan pekerja anak dapat dimonitor secara langsung. Untuk cabang Jawa Timur,  kemitraan ini akan dikoordinasikan oleh sekretariat yang dipimpin oleh LPKP.

“Di bawah pimpinan Bappenas dan dukungan teknis serta keuangan yang kami miliki, kami yakin kemitraan untuk penghapuskan pekerja anak di sektor pertanian ini dapat memfokuskan upaya-upaya yang sudah ada,” ujarnya. 

Ia mengatakan, sumber daya serta informasi yang dimiliki ECLT akan dipakai untuk terus memperluas intervensi di masa yang akan datang dengan cara yang lebih  terkoordinir, supaya bisa meningkatkan efisiensi serta efektivitas penghapusan pekerja anak. “Dan, yang terpenting, kita dapat meningkatkan dampak bagi para anak-anak di daerah pertanian pedesaan di Indonesia,” imbuh dia. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com